RSS

Category Archives: Kesehatan

Pengetahuan Umum Seputar Kanker, Dari Definisi Hingga Terapi

Kanker adalah istilah umum untuk pertumbuhan sel tidak normal. (yaitu, tumbuh sangat cepat, tidak terkontrol, dan tidak berirama) yang dapat menyusup ke jaringan tubuh normal dan menekan jaringan tubuh normal sehingga mempengaruhi fungsi tubuh. Kanker bukan merupakan penyakit yang menular.
Istilah tumor tidak sama dengan kanker. Tumor adalah istilah umum untuk setiap benjolan abnormal. Sedangkan kanker adalah tumor yang bersifat ganas.
Kanker = tumor yang ganas

Epidemiologi

Di dunia, diperkirakan 7,6juta orang meninggal akibat kanker pada tahun 2005 (WHO,2005) dan 84 juta orang akan meninggal hingga 10 tahun ke depan. Kanker merupakan penyebab kematian no.6 di Indonesia (depkes,2003), dan diperkirakan terdapat 100 penderita kanker baru untuk setiap 100.000 penduduk per tahunnya.

selengkapnya…

 
Leave a comment

Posted by on December 5, 2008 in Kesehatan

 

Bisa Jadi Pertanda Tumor Otak

MESKIPUN terkesan sepele, sakit kepala tidak boleh dianggap remeh. Kadang kala justru gangguan tersebut menandakan adanya gangguan berat di area kepala. Seperti adanya tumor, kanker, stroke, maupun infeksi pada organ-organ dalam kepala.
Spesialis saraf Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (RS PIK) dr Yuda Turana mengungkapkan gangguan-gangguan berat tersebut menyebabkan perubahan pada organ-organ dalam rongga kepala yang memicu timbulnya sakit kepala.
“Keberadaan massa tumor, misalnya, bisa mendesak organ-organ dalam rongga kepala sehingga timbul gejala sakit kepala. Infeksi pada otak maupun perdarahan pada kasus stroke menyebabkan reaksi inflamasi yang juga menimbulkan gejala sakit kepala,” terang Yuda.
Sakit kepala yang ditimbulkan gangguan-gangguan berat itu digolongkan sebagai sakit kepala sekunder. Sakit kepala jenis itu perlu diwaspadai sebab menjadi penanda adanya gangguan yang berat.
“Penting untuk mengenali sakit kepala sekunder. Sebab dengan mengenalinya, bisa dilakukan penanganan lebih lanjut secara cepat dan tepat,” ujar Yuda.
Salah satu penanda sakit kepala sekunder adalah sifatnya yang kronik dan progresif. Artinya, nyeri pada sakit kepala tersebut berlangsung lama dan dari waktu ke waktu intensitasnya semakin berat. Kerap kali serangan sakit kepala berulang secara periodik, bisa terjadi setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan. Setiap kali pengulangan, rasa sakitnya semakin hebat.
“Bila pada serangan sebelumnya bisa diatasi dengan satu dosis obat, pada serangan berikutnya baru bisa diatasi dengan dosis yang lebih tinggi. Itu merupakan tanda sakit kepala bersifat progresif dan mungkin tergolong sakit kepala jenis sekunder,” ujar Yuda.
Selain itu, nyeri yang akut atau nyeri hebat yang datang mendadak juga merupakan gejala sakit kepala sekunder. Sering kali, serangan nyeri akut tersebut disertai dengan gejala muntah-muntah yang berulang.
Sakit kepala sekunder juga bisa dikenali dari gejala klinis neurologis yang menyertainya. Gejala klinis neurologis merupakan gejala yang muncul akibat adanya gangguan saraf. Misalnya, lemah sebelah badan, menurunnya kemampuan untuk berjalan atau bergerak, kesemutan, penglihatan menjadi berbayang atau kabur.
Ada pula sakit kepala sekunder yang timbul dengan disertai gangguan perilaku. Gangguan perilaku itu antara lain berupa perubahan kebiasaan seseorang. Misalnya, tiba-tiba bersikap tidak sopan, menjadi lupa, dan sering berhalusinasi.
“Sakit kepala disertai demam dan gejala perubahan perilaku itu bisa jadi bukan gejala gangguan jiwa, melainkan gejala infeksi otak,” kata Yuda.
Yuda mengingatkan bila seseorang mengalami gejala-gejala sakit kepala sekunder, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga diketahui gangguan yang menyebabkan sakit kepala sekunder tersebut. Pemeriksaan lanjutan itu antara lain berupa pemeriksaan dengan sinar rontgen, magnetic resonance imaging (MRI), computed tomography (CT) scan, atau pemeriksaan laboratorium terhadap cairan otak.
“Pemeriksaan berfungsi untuk memastikan adanya kelainan atau gangguan seperti tumor, keganasan, atau infeksi di rongga kepala. Dengan demikian, dapat dilakukan penanganan lebih lanjut yang tepat untuk mengatasinya,” kata Yuda. (Nik/S-6)

 
2 Comments

Posted by on November 17, 2008 in Kesehatan

 

Sakit Pinggang / Punggung

Fungsi Tulang Belakang Bawah

Tulang belakang bawah atau area lumbar melayani sejumlah fungsi-fungsi yang penting untuk tubuh manusia. Fungsi-fungsi ini termasuk penunjang struktural, pergerakan, dan proteksi jaringan-jaringan tubuh tertentu.

Ketika kita berdiri, tulang belakang bawah berfungsi menahan sebagian terbesar dari berat badan. Ketika kita menekuk, meregang atau memutar pada pinggang, tulang belakang bawah terlibat dalam gerakan ini. Oleh karenanya, luka-luka pada struktur-struktur yang penting untuk menopang berat, seperti tulang belakang, otot-otot, tendon-tendon, dan ligamen-ligamen, seringkali dapat dideteksi ketika tubuh berdiri tegak atau digunakan dalam berbagai gerakan-gerakan.

Melindungi jaringan-jaringan lunak dari sistim syaraf dan spinal cord begitu juga dengan organ-organ yang berdekatan dari pelvis dan perut adalah suatu fungsi yang kritis dari tulang belakang lumbar dan otot-otot yang berdekatannya.

Penyebab-Penyebab Umum Sakit Pinggang

Penyebab-penyebab umum dari sakit pinggang termasuk ketegangan lumbar, iritasi syaraf, lumbar radiculopathy, gangguan tulang (bony encroachment), dan kondisi-kondisi dari tulang dan sendi-sendi. Setiap dari ini ditinjau dibawah.

  1. Ketegangan Lumbar (akut, kronis)
  2. Suatu ketegangan lumbar adalah suatu luka peregangan pada ligamen-ligamen, tendon-tendon, dan/atau otot-otot dari tulang belakang bawah. Peristiwa peregangan berakibat pada tingkatan-tingkatan yang berbeda dari robekan-robekan mikroskopik didalam jaringan-jaringan ini. Ketegangan lumbar dipertimbangkan sebagai salah satu dari penyebab-penyebab yang paling umum dari sakit pinggang. Luka dapat terjadi karena penggunaan yang berlebihan, penggunaan yang tidak sesuai, atau luka berat (trauma). Luka jaringan lunak biasanya diklasifikasikan sebagai “akut” jika telah hadir untuk beberapa hari atau sampai beberapa minggu. Jika ketegangan berlangsung lebih lama dari tiga bulan, itu dirujuk sebagai “kronis.”

    Ketegangan lumbar paling sering terjadi pada orang-orang pada umur empat puluhan, namun itu dapat terjadi pada umur berapa saja. Kondisi ini dikarakteristikan oleh rasa tidak menyenangkan yang dilokalisir pada area tulang belakang bawah dengan timbulnya setelah suatu kejadian yang secara mekanik menekan jaringan-jaringan lumbar. Beratnya luka terbentang dari ringan sampai berat, tergantung pada derajat ketegangan dan kejang otot-otot tulang belakang bawah yang diakibatkannya.

    Diagnosis lumbar didasarkan pada sejarah luka, lokasi sakit, dan pengeluaran kemungkinan dari luka sistim syaraf. Biasanya, tes x-ray hanya berguna untuk mengeluarkan kemungkinan kelainan-kelainan tulang.

    Perawatan dari ketegangan lumbar terdiri dari mengistirahatkan tulang belakang (menghindari luka kembali), obat-obatan untuk menghilangkan sakit dan kejang otot, penggunaan panas secara lokal, urut (massage), dan akhirnya (setelah episode akut menghilang) latihan-latihan yang memperbaharui untuk menguatkan tulang belakang bawah dan otot-otot perut. Periode-periode panjang dari tidak beraktivitas di ranjang sudah tidak dipromosikan lagi, karena perawatan ini mungkin sebenarnya memperlambat kesembuhan. Manipulasi tulang belakang untuk periode-periode sampai satu bulan telah ditemukan berguna pada beberapa pasien-pasien yang tidak mempunyai tanda-tanda iritasi syaraf. Luka di masa depan dihindari dengan memakai teknik-teknik proteksi tulang belakang selama aktivitas dan alat-alat penunjang jika diperlukan di rumah atau tempat kerja.

  3. Iritasi Syaraf
  4. Syaraf-syaraf tulang belakang lumbar dapat diiritasi oleh tubrukan-tubrukan secara mekanik atau penyakit dimana saja sepanjang jalurnya — dari akar-akar mereka pada spinal cord sampai kepermukaan kulit. Kondisi-kondisi ini termasuk penyakit bantalan lumbar (radiculopathy), gangguan tulang, dan peradangan syaraf-syaraf yang disebabkan oleh infeksi virus (shingles).

  5. Lumbar radiculopathy
  6. Lumbar radiculopathy adalah iritasi syaraf yang disebabkan oleh kerusakan pada cakram-cakram antara vertebrae. Kerusakan pada cakram-cakram terjadi karena kemunduran (degenerasi) (“pemakaian dan kerobekan”) dari lingkarn luar cakram, luka berat (traumatic injury), atau kedua-duanya. Sebagai hasilnya, porsi tengah yang lebih lunak dapat robek (herniate) melewati lingkaran luar cakram yang berbatasan dengan sumsum tulang belakang atau syaraf-syarafnya ketika mereka keluar dari kolom tulang belakang. Robekan ini adalah apa yang menyebabkan yang biasa dikenal dengan sakit “sciatica” yang turun ke kaki. Sciatica dapat didahului oleh suatu sejarah sakit lokal pada tulang belakang bawah atau itu dapat mengikuti suatu rasa (sensasi) “popping” dan ditemani oleh rasa kebas dan rasa kesemutan. Sakitnya umumnya bertambah dengan gerakan-gerakan pada pinggang dan dapat meningkat dengan waktu batuk atau bersin. Pada kejadian-kejadian yang lebih berat, sciatica dapat ditemani oleh incontinence dari kandung kemih dan/atau usus besar

    Lumbar radiculopathy dicurigai berdasarkan pada gejala-gejala diatas. Sakit menyebar yang meningkat ketika kaki diangkat menunjang diagnosis ini. Tes syaraf (EMG/electromyogram dan NCV/nerve conduction velocity) dari kaki-kaki dapat digunakan untuk mendeteksi iritasi syaraf. Cakram burut (disc herniation) yang nyata dapat dideteksi dengan tes radiologi, seperti scan CAT atau MRI.

    Perawatan lumbar radiculopathy terbentang dari managemen medis sampai ke operasi. Managemen medis termasuk pendidikan pasien, obat-obat untuk menghilangkan sakit dan kejang otot-otot, suntikan cortisone sekitar sumsum tulang belakang (epidural injection), terapi fisik (panas, urut, ultrasound, stimulasi listrik), dan istirahat (bukan istirahat ranjang yang tegas, namun menghindari luka kembali). Dengan sakit yang tidak berhenti, pelemahan fungsi yang berat, atau incontinence (yang dapat mengindikasikan iritasi sumsum tulang belakang), operasi mungkin diperlukan. Operasi yang dilaksanakan tergantung dari keadaan keseluruhan dari tulang belakang, dan umur dan kesehatan dari pasien. Prosedur-prosedur termasuk penghilangan cakram burut (herniated disc) dengan laminotomy (suatu lubag kecil pada tulang belakang yang mengelilingi sumsum tulang belakang), laminectomy (penghilangan dari dinding yang bertulang), dengan teknik jarum (percutaneous discectomy), prosedur-prosedur menghancurkan cakram (chemonucleolysis), dan lain-lainnya.

  7. Gangguan Tulang
  8. Kondisi apa saja yang berakibat pada gerakan atau pertumbuhan lumbar vertebrae dapat membatasi ruangan (gangguan) untuk sumsum tulang belakang dan syaraf-syaraf yang berdekatan. Penyebab-penyebab dari gangguan tulang dari syaraf-syaraf tulang belakang termasuk penyempitan forminal (penyempitan portal yang dilewati oleh syaraf-syaraf tulang belakang dari kolom tulang belakang, keluar dari kanal spine ke tubuh), spondylolisthesis (selip dari satu vertebra relatif terhadap yang lainnya), dan spinal stenosis (tekanan pada akar-akar syaraf atau sumsum tulang belakang oleh duri-duri bertulang (bony spurs) atau jaringan-jaringan lunak didalam kanal tulang belakang). Tekanan pada syaraf tulang belakang dalam kondisi-kondisi ini dapat menjurus pada sakit sciatica yang menyebar turun kebawah ke kaki-kaki. Stenosis tulang belakang dapat menyebabkan nyeri-nyeri pada kaki-kaki yang memburuk pada waktu berjalan dan menghilang jika istirahat (meniru sirkulasi yang jelek). Perawatan dari penderitaan-penderitaan ini bervariasi tergantung dari keparahannya berkisar dari istirahat sampai operasi dekompresi dengan menghilangkan tulang yang menekan jaringan syaraf.

  9. Kondisi-Kondisi Tulang dan Sendi
    • Kondisi-Kondisi Tulang Bawaan—Penyebab-penyebab sakit pinggang bawaan (hadir sejak lahir) termasuk scoliosis dan spina bifida. Scoliosis adalah suatu lekukan tulang belakang yang menyamping (lateral) yang dapat disebabkan ketika kaki yang satu lebih pendek dari kaki lainnya (functional scoliosis) atau karena suatu rancangan (design) yang abnormal dari tulang belakang (structural scoliosis). Anak-anak yang terpengaruh secara signifikan oleh structural scoliosis mungkin memerlukan perawatan dengan penunjang dan/atau operasi pada tulang belakang. Orang-orang dewasa lebih jarang dirawat dengan operasi namun seringkali mendapat manfaat dengan penahan yang menunjang (support bracing).
    • Spina bifida adalah suatu cacat kelahiran pada lengkungan vertrebra diatas kanal tulang belakang, seringkali dengan ketidakhadiran spinous process. Cacat kelahiran ini paling umum mempengaruhi lumbar vertebra paling bawah dan atas dari sacrum. Adakalanya, ada tumpukan-tumpukan yang abnormal dari rambut diatas kulit dari area yang telibat. Spina bifida dapat menjadi suatu kelainan kecil dari tulang tanpa gejala-gejala. Bagaimanapun, kondisi ini dapat juga diiringi oleh kelainan-kelainan syaraf yang serius dari kaki-kaki.

    • Kondisi-Kondisi Kemunduran Tulang dan Sendi—Ketika kita menua, isi dari air dan protein dari tulang rawan tubuh berubah. Perubahan ini berakibat pada tulang rawan yang lebih lemah, lebih tipis dan lebih rapuh. Karena kedua-duanya yaitu cakram-cakram dan sendi-sendi yang yang menyusun vertebrae (facet joints) adalah sebagian terdiri dari tulang rawan, area-area ini terkena pengikisan dari pemakaian melalui waktu (perubahan-perubahan degeneratif). Proses kemerosotan dari cakram disebut spondylosis. Spondylosis dapat terlihat pada x-rays dari tulang belakang sebagai suatu penyempitan dari jarak cakram yang normal antara vertebra-vertebra. Adalah kemerosotan/kemunduran dari jaringan cakram yang memberi kecenderungan pada cakram untuk memburut (herniation) dan nyeri lumbar pada lokasi itu (“lumbago“) pada pasien-pasien yang lebih tua. Kemerosotan arthritis (osteoarthritis) dari sendi-sendi facet (facet joints) juga adalah suatu penyebab dari nyeri lumbar yang dapat dilacak dengan tes x-ray yang sederhana. Penyebab-penyebab sakit pinggang degeneratif biasanya dirawat secara konservatif dengan panas intermittent, istirahat, latihan-latihan rehabilitasi, dan obat-obat penghilang nyeri, kejang otot, dan peradangan.
    • Luka pada Tulang-Tulang dan Sendi-sendi—Patah tulang dari tulang belakang lumbar dan tulang sacrum paling umum mempengaruhi orang-orang tua dengan osteoporosis, terutama yang telah meminum obat cortisone berjangka panjang. Untuk individu-individu ini, adakalanya bahkan tekanan-tekanan yang miminal pada tulang belakang (seperti menekuk untuk mengikat tali sepatu) dapat menjurus pada patah tulang (bone fracture). Pada kejadian ini, vertebra dapat runtuh (vertebral compression fracture). Patah tulang menyebabkan suatu nyeri lokal yang sangat yang timbul segera yang dapat menyebar sekeliling pinggang dan lebih memburuk dengan gerakan-gerakan tubuh. Nyerinya umumnya tidak menyebar turun ke kaki-kaki. Patah tulang vertebral pada pasien-pasien yang lebih muda terjadi hanya setelah luka berat (severe trauma), seperti dari kecelakaan-kecelakaan motor.
    • Pada pasien-pasien muda dan tua, patah tulang vertebral memakan waktu berminggu-minggu untuk sembuh denga istirahat dan penghilang nyeri. Patah tulang vertebra karena tekanan yang dihubungkan dengan osteoporosis dapat juga dirawat dengan suatu prosedur yang disebut vertebroplasty, yang dapat membantu mengurangi nyeri. Pada prosedur ini, suatu balon yang ditiup kedalam vertebra yang tertekan, seringkali mengembalikan beberapa dari ketinggiannya yang hilang. Sesudah itu, suatu “cement” (methymethacrylate) disuntik kedalam balon dan menetap untuk mempertahankan struktur itu.

    • Arthritis—Spondyloarthropathies adalah tipe-tipe peradangan dari arthritis yang dapat mempengaruhi tulang belakang bawah dan sendi-sendi sacroiliac. Contoh-contoh dari spondyloarthropathies termasuk reactive arthritis (Reiter’s disease), ankylosing spondylitis, psoriatic arthritis, dan arthritis dari penyakit peradangan usus besar. Tiap-tiap penyakit ini dapat menjurus pada sakit tulang belakang bawah dan kekakuan, yang secara khas bertambah buruk pada pagi hari. Kondisi-kondisi ini biasanya mulai pada dekade kedua dan ketiga kehidupan. Mereka dirawat dengan obat-obatan yang dituju untuk mengurangi peradangan. Obat-obat biologi yang lebih baru telah berhasil pada keduanya yaitu menghilangkan penyakit dan memberhentikan kemajuan penyakit.
  10. Kondisi-kondisi tulang dan sendi yang menjurus pada sakit pinggang termasuk yang telah hadir waktu kelahiran (congenital), yang berakibat dari pemakaian (degenerative) atau luka, dan yang dari peradangan sendi-sendi (arthritis).

 
1 Comment

Posted by on November 17, 2008 in Kesehatan

 

Banyak Jalan Menuju Langsing

KEGEMUKAN diidentikkan dengan problem penampilan. Namun tidak sekadar itu, kegemukan juga terbukti mengundang berbagai penyakit. Terlebih bila kegemukan mencapai taraf obesitas (lihat tabel).
“Pertama, kegemukan membuat sensitivitas sel tubuh terhadap hormon insulin sehingga rentan terkena diabetes,” ujar Pakar Pelangsingan Badan dr Paidon L Toruan kepada Media Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjut Paidon, kegemukan membuat pembuluh darah lebih mudah tersumbat sehingga rentan terhadap penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, jantung, dan stroke. Yang mungkin merisaukan kaum perempuan, selain tubuh menjadi tidak indah, kegemukan ternyata juga membuat kulit menjadi kusam.
“Lemak di bawah kulit menjadi tempat berkumpulnya toksin sehingga kulit terlihat tua dan tidak cerah,” tutur dokter yang juga pengarang buku berjudul Fat loss, Not Weight Loss: Gemuk Tapi Langsing itu.
Karena itulah banyak pihak berusaha memerangi kegemukan, baik dengan tujuan menjaga kesehatan maupun penampilan. Hal itu antara lain terlihat dari maraknya penawaran produk dan program terapi pelangsingan badan di pasaran. Efektifkah semua itu?
Menurut Paidon, produk-produk maupun ragam terapi pelangsingan badan yang ada di pasaran memiliki nilai plus minus tersendiri. Sebagai contoh, metode sedot lemak. Metode itu memang efektif untuk menghilangkan lemak di bawah kulit sehingga mampu memperbaiki penampilan. Namun, metode itu tidak dapat menghilangkan lemak yang terletak di dalam rongga tubuh (lemak visceral).
Perlu diketahui, pada kegemukan yang mencapai tahap overweight atau obesitas lemak menumpuk tidak hanya di lapisan bawah kulit atau otot, melainkan juga menumpuk di rongga-rongga tubuh seperti rongga perut dalam bentuk lemak visceral. Dari sisi kesehatan kondisi tersebut sangat berbahaya.
“Selain itu, biaya sedot lemak relatif cukup mahal,” kata Paidon.
Ada pula metode gastric banding atau mengikat lambung melalui suatu tindakan operasi. Tujuannya agar volume lambung menjadi lebih kecil. Cara tersebut sangat membantu, terutama bagi mereka yang memiliki nafsu makan besar. Akan tetapi, metode itu juga tidak mampu menghilangkan lemak visceral. “Metode ini juga bukannya tanpa risiko saat operasi,” imbuh Paidon.
Metode akupunktur juga banyak ditawarkan untuk melangsingkan badan. Paidon Mengatakan, metode tersebut efektif untuk mengurangi nafsu makan. Namun, efek tersebut bersifat sementara. Ketika terapi akupunktur dihentikan, nafsu makan cenderung kembali seperti sediakala.
Bagaimana dengan obat dan jamu-jamu pelangsing? Untuk produk-produk tersebut Paidon menyarankan agar masyarakat pandai-pandai memilah. Sebab, ada produk obat dan jamu pelangsing yang sengaja dicampur dengan zat diuretik. Zat tersebut memancing pemakainya untuk sering-sering buang air kecil sehingga seolah berat badan turun. Namun, zat tersebut berpotensi mengganggu fungsi ginjal.
“Ada pula jamu yang dibuat untuk menahan nafsu makan. Namun, sama seperti akupunktur efeknya akan hilang ketika pemakaian dihentikan,” kata Paidon.
Jadi, terapi manakah yang terbaik?. Menurut Paidon, problem kegemukan hanya bisa diatasi dengan diet dan olahraga secara benar. Sebab, kegemukan timbul ketika kalori yang masuk berlebihan sehingga menumpuk dalam bentuk lemak. Diet mencegah penumpukan lemak bertambah parah. Olahraga bermanfaat membakar lemak yang menumpuk di badan. (Nik/S-6)

 
Leave a comment

Posted by on November 17, 2008 in Kesehatan

 

Terapi Komprehensif Gangguan Tulang Belakang

TULANG belakang merupakan organ tubuh yang vital. Salah satu fungsinya adalah untuk menopang berat badan manusia agar dapat berdiri tegak dan berjalan dengan stabil. Dalam keadaan tertentu fungsi tulang belakang dapat terganggu. Gangguan yang paling sering muncul adalah nyeri di bagian leher (neck pain) dan nyeri pinggang bawah (lower back pain).
“Banyak orang mengeluh sakit pinggang, tapi mereka sendiri tidak sepenuhnya mengerti apa sesungguhnya penyebab sakit tersebut. Penatalaksanaan yang tepat menjadi kunci utama keberhasilan,” ujar dr Luthfi Gatam, spesialis ortopedi Rumah Sakit Internasional Bintaro (RSIB) Spine Center di Jakarta, beberapa waktu lalu.
RSIB Spine Center adalah pelayanan yang dapat mengatasi seluruh problem tulang belakang secara terpadu dan komprehensif. Menurut Luthfi nyeri tulang belakang sering kali melibatkan masalah yang kompleks. Terlebih di dalam susunan tulang belakang terdapat serabut-serabut saraf. Jadi, diperlukan tim terpadu dari multidisiplin ilmu kedokteran untuk menentukan penyebab serta penanganan yang tepat.
“Kami di RSIB Spine Center selalu menerapkan penanganan terpadu itu. Yakni penanganan problem tulang belakang dilakukan tim yang terdiri dari berbagai bidang spesialis, antara lain dokter spesialis ortopedi tulang belakang, spesialis neurologi, neurofisiologi, rehabilitasi medik, dan radiologi,” terangnya.
Selain memiliki tim dokter yang terpadu, lanjut Luthfi, RSIB Spine Center juga didukung peralatan yang lengkap. Jenis-jenis problem tulang belakang yang ditangani, antara lain berbagai nyeri tulang belakang dan kelainan bentuk tulang belakang, seperti skoliosis, trauma tulang belakang, dan gangguan saraf akibat kelainan tulang belakang.
“Gangguan-gangguan tersebut bisa ditangani dengan operasi maupun tanpa operasi. Perlu diketahui, sebagian besar problem tulang belakang tidak memerlukan terapi operatif, tetapi cukup dengan mengikuti program terapi nonoperatif,” imbuh Luthfi.
Untuk terapi nonoperatif tersebut RSIB Spine Center menyediakan program fisioterapi dan latihan Documentation Based Care (DBC). Program latihan DBC adalah program rehabilitasi aktif dan komprehensif yang bertujuan menghilangkan nyeri dan memulihkan fungsi tulang belakang agar kembali normal, serta mencegah berulangnya masalah-masalah tulang belakang.
Luthfi mengungkapkan, program latihan DBC memerlukan waktu selama 6 minggu yang terdiri dari 12 sesi latihan. Luthfi mengungkapkan, lebih dari 80% kasus dengan keluhan nyeri tulang belakang menunjukkan pengurangan rasa nyeri hingga lebih dari 50% setelah menjalani terapi latihan DBC selama 6 minggu. Hal itu menunjukkan suatu keberhasilan yang memungkinkan pasien bisa menjalani aktivitasnya kembali normal.
Untuk terapi operatif pelaksanaannya diputuskan tim RSIB Spine Center melalui analisa yang cermat. Jadi, kekhawatiran pasien selama ini yang sering kali menganggap bahwa operasi tulang belakang adalah tindakan berbahaya dan bisa membuat kondisinya memburuk seharusnya dihilangkan.
“Karena, selain didukung peralatan berteknologi mutakhir, dalam melakukan tindakan operasi tulang belakang, spesialis ortopedi didampingi spesialis neurofisologi yang melakukan pengawasan fungsi saraf demi keamanan pasien agar tercapai hasil operasi yang optimal,” pungkas Luthfi.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
RSIB Spine Center: (021) 7455500/600/700 ext. 2511/2512 atau (021) 99922546. (Nik/S-3)

 
5 Comments

Posted by on November 17, 2008 in Kesehatan

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.